‘Dia Tidak mengajarimu Bagaimana cara untuk sempurna Tapi dia mengajarkan banyak hal Tentang bagaimana nikmatnya bersyukur. Karena dengan bersyukur Engkau akan bahagia”
Senin, 03 Oktober 2016
Kamis, 08 September 2016
Senja Penutup Langit
SENJA PENUTUP
LANGIT
Air itu membutir
dikedua matamu
Menunggu hujan
menyamarkan hadirku
Turun menyapa
dedaunan yang bisu
Tersenyum hangat
kepadamu yang pilu
Senja
itu semakin tua…
Bertahan
diujung cinta
Menyaksikan
ribuan doa
Hadirkan
terang dalam gulita
Meniti dari hati
ke hati
Melintas lautan,
menyentuh awan
Beriring membekas
dalam rindu
Perlahan langkah
kaki berlalu
Doa
itu takkan layu
Membalut
senja yang kaku
Menyentuh
hatimu
Dalam
pelukan Rahmat-MU
SENJAMU BERLALU….
PADANG-SICINCIN,
5 SEPTEMBER 2016
Jumat, 03 Juni 2016
MENJADI WANITA SHALEHAH KARENA NASIHAT SEORANG PEMUDA
Mungkin sedikit orang yang menyadari bahwa istiqomah dalam ketaatan adalah salah satu bentuk dakwah, orang-orang memahami bahwa dakwah hanyalah penyampaian dalam bentuk lisan, tulisan, atau pelajaran. Penulis pernah mendengar salah seorang da’i menyampaikan sebuah kisah tatkala ia berada di Amerika. Da’i ini adalah seorang yang berasal dari Arab Saudi. Tatkala dia ke Amerika dan menjadi pemateri di sebuah pertemuan tak disangka ada seorang pemateri juga berasal dari Arab Saudi namun sudah 40 tahun tinggal di Amerika. Tatkala ia melihat da’i ini, ia pun merasa malu dengan penampilan sang da’i yang sesuai dengan latar belakang Arabnya; memkai jubah dan mengenakan gurtah. Lalu ia menegur sang da’i untuk mengganti apa yang ia pakai karena itu terkesan kuno dan terbelakang, beda dengan penampilannya. Sang da’i tidak menanggapi serius perkataannya.
Yang mengagetkan adalah saat orang Arab Saudi –Amerika- ini melihat sang da’i menunaikan shalat di sela-sela break acara. Ia mulai terenyuh dan mengingat kembali siapakah dia ini sebenarnya. Ketika masjid atau tempat shalat sepi, ia masuk ke dalamnya dan menunaikan shalat sambil menangis tersedu-sedu. Sehabis shalat sang da’i menanyakan apa yang terjadi padanya. Ia menjawab sudah 40 tahun ini aku tidak shalat, dan aku baru teringat akan hal itu ketika melihatmu menunaikan shalat.
Itulah istiqomah dan itulah dakwah, istiqomah dalam ketaatan itu bisa menginspirasi pelaku dosa untuk bertaubat dan berhenti dari perbuatan dosanya.
Sebagaimana kisah berikut ini, seorang pemuda yang shaleh, menginspirasi seorang wanita yang hidupnya dipenuhi kelalaian dan jauh dari nila-nilai ketaatan kepada Allah. Berikut kisahnya…
Dari Ahmad bin Said dari bapaknya, ia berkisah:
Di Kufah terdapat seorang pemuda yang rajin beribadah. Ia selalu ke masjid, tidak pernah tidak. Ia juga seorang yang tampan dan baik. Lalu ada seorang gadis cantik dan cerdas jatuh hati padanya. Selang berapa lama, suatu hari gadis itu berdiri di jalan yang biasa dilewati pemuda menuju masjid.
Gadis itu berkata (untuk merayunya), “Dengarkanlah ucapanku, kemudian setelah itu terserah kamu.” Pemuda itu berlalu tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya. Sewaktu pemuda itu pulang dari masjid, wanita tersebut masih berdiri di tempatnya, dia berkata, “Wahai fulan, dengarkanlah ucapanku.” Pemuda itu serba salah, lalu ia pun menjawab, “Ini adalah perbuatan yang bisa mendatangkan prasangka buruk. Sementara aku tidak menyukai hal itu.”
Gadis itu berkata, “Demi Allah, tidaklah aku berdiri di sini karena ketidaktahuanku tentang dirimu. Na’udzubillah, kalau orang-orang melihat seperti itu dariku. Yang membuatku berani dalam urusan ini adalah pengetahuanku bahwa sedikit dari hal ini menurut orang-orang adalah banyak, dan kalian para ahli ibadah dalam urusan ini bisa berubah oleh sesuatu yang remeh. Yang ingin aku katakana kepadamu adalah anggota tubuhku selalu tertuju padamu. Maka Allah… Allah pertimbangkanlah urusanku dan urusanmu.”
Maksud gadis ini ia telah lama memperhatikan sang pemuda oleh karena itu ia katakana tujuannya berdiri di jalan tersebut karena tahu dan kagum kepada sang pemuda. Ia berani merayu sang pemuda walaupun orang-orang shaleh seperti pemuda ini menganggap besar dosa-dosa yang diremehkan orang, namun tidak jarang mereka juga tergelincir oleh wanita, gadis itu katakana “kalian ahli ibadah bisa berubah karena urusan yang remeh.”
Pemuda itu pulang dan hendak menunaikah shalat (sunah pen.) di rumah, namun ia tidak bisa melakukannya karena pikirannya terganggu. Lalu ia menulis dan keluar dari rumahnya. Ternyata sang wanita masih berdiri di tempatnya, sang pemuda pun memberikan apa yang ia tulis kepada wanita tersebut, lalu kembali lagi ke rumah.
Tulisan itu berisi, “Bismillahirrahmanirrahim.. ketahuilah wahai Fulanah, jika ada seorang muslim yang bermaksiat kepada-Nya, maka Dia menutupinya. Jika dia mengulanginya maka Allah tetap menutupinya. Tetapi jika ia telah memakai pakaian kemaksiatan, maka Allah ‘Azza wa Jalla murka dengan kemurkaan dimana langit, bumi, gunung, pohon, dan hewan-hewan tidak kuasa menanggungnya. Siapa yang kuat menanggung murka-Nya?
Jika apa yang kamu sebutkan itu suatu kebatilan, maka aku mengingatkanmu akan suatu hari ketika langit seperti luluhan perak dan gunung-gunung seperti kapas. Umat manusia berlutut di hadapan Allah Yang Maha Besar lagi Maha Agung. Demi Allah, aku sendiri tidak mampu menyelamatkan diriku, lalu bagaimana mungkin aku mampu menyelamatkan orang lain saat itu? Jika apa yang kamu sebutkan itu benar (ingin mengobati luka), maka akan kutunjukkan kamu kepada dokter yang mampu mengobati luka yang perih dan rasa sakit yang pedih, Dia adalah Allah Rabbul ‘alamin. Kepada-Nya lah kamu harus berlari dengan permohonan yang benar. Aku sendiri telah sibuk –tak sempat memikirkanmu- karena firman Allah
“Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat) ketika hati menyesak sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang zalim tidak menyukai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-semabahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Mukmin: 18-20). Adakah tempat berlari dari ayat ini?
Beberapa hari kemudian gadis itu kembali berdiri di jalan yang dilewati pemuda itu. Tatkala si pemuda itu melihatnya dari jauh, ia pun hendak kembali supaya tidak melihatnya. Tetapi gadis itu berkata, “Wahai pemuda, jangan kembali. Karena tidak ada pertemuan setelah ini, kecuali di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla.” Lalu dia menangis dengan keras. Gadis itu berkata, “Aku memohon kepada Allah dimana kunci hatimu berada di tangan-Nya agar memudahkan urusanmu yang sulit.” Kemudian gadis itu mengikutinya dan berkata, “Bermurah hatilah kepadaku dengan nasihat yang bisa aku bawa. Berikanlah wasiat kepadaku yang bisa aku kerjakan.”
Pemuda itu berkata, “Bertakwalah kepada Allah, jagalah dirimu, ingatlah firman Allah, ‘Dan Dia-lah yang menidurkanmu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari’ (QS. Al-An’am: 60). Gadis itu tertunduk, dia menangis lebih keras dari tangisannya yang pertama. Setelah itu dia tidak keluar rumah, dia bersungguh-sungguh beribadah. Dia tetap seperti itu hingga meninggal dalam kesedihan, menyesali dosa-dosanya selama ini. Di kemudian hari, pemuda itu teringat akan sang gadis, ia pun bersedih karena kasihan kepadanya.
Menurut penilaian kita, wanita itu tidak meraih apa-apa dari orang yang dicintainya, tetapi dia meraih sesuatu yang lebih utama dari dunia dan seisinya, ia menemukan jalan yang baik dan amal yang shaleh. Karenanya Allah memberi wanita tersebut taufik untuk bertaubat dan memudahkannya untuk beribadah. Semoga di akhirat dia meraih apa yang diinginkannya dan berkumpul dengan orang yang dicintainya.
Minggu, 08 Mei 2016
Auksin
Auksin sintetik seperti NAA dan
2,4-D biasanya lebih efektif daripada IAA
karena NAA dan 2,4-D tidak dirusak oleh
IAA oksidase atau enzim lain sehingga
dapat bertahan lebih lama dan lebih stabil,
sedangkan penggunaan BAP dan Kinetin
dalam percobaan kultur jaringan sering
digunakan karena lebih murah dan tahan
terhadap degradasi (Wattimena, 1988).
BAHAN DAN METODE
Penelitian dilakukan dengan
menggunakan metode eksperimen
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola
faktorial 3 x 3. Faktor pertama (N) adalah
NAA yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 0
ppm, 0,2 ppm dan 0,4 ppm. K faktor kedua
adalah Kinetin yang terdiri dari 3 taraf
yaitu: 0 ppm, 3 ppm dan 4 ppm. Masing-
masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali
dengan 9 kombinasi perlakuan sehingga
didapat 36 unit percobaan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Persentase Tumbuh
Tabel 1. Rerata Persentase Tumbuh Eksplan Buah Naga (Hylocereus costaricensis) dengan
Perlakuan NAA dan Kinetin
Kombinasi Perlakuan NAA dan Kinetin (ppm) Persentase Tumbuh (%)
Kontrol 100 a
N0 K3 100 a
N0 K4 50 b
N0,2 K0 87,5 a
N0,2 K3 87,5 a
N0,2 K4 100 a
N0,4 K0 100 a
N0,4 K3 100 a
N0,4 K4 100 a
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom tidak berbeda nyata pada taraf uji DMRT
5%
Hasil analisis sidik ragam
menunjukkan bahwa NAA dan Kinetin
berpengaruh nyata terhadap persentase
tumbuh eksplan buah Naga (Hylocereus
costaricensis). Berdasarkan data pada
Tabel 1 dapat dilihat bahwa rerata
persentase tumbuh eksplan buah Naga
tertinggi pada perlakuan Kontrol, N0 K3,
N0,2 K4, N0,4 K0, N0,4 K3 dan N0,4 K4 yaitu
100%. Perlakuan ini tidak berbeda nyata
dibanding perlakuan lain N0,2 K0 dan N0,2
K3, kecuali dengan perlakuan N0 K4
berbeda nyata. Pada parameter ini terlihat
bahwa 6 interaksi perlakuan menunjukkan
rata-rata eksplan persentase tumbuh yang
tinggi dengan persentase tumbuh 100%.
Hal ini disebabkan karena
pemberian Auksin dan Sitokonin secara
eksogen maupun endogen mampu menjadi
pemicu dalam pertumbuhan dan
perkembangan jaringan. Untuk perlakuan
kontrol, hormon endogen mampu
memberikan reaksi pertumbuhan yang
baik, karena dibantu oleh hormon alami
berupa IAA dan IBA yang sudah terdapat
dalam eksplan. Hal ini sesuai dengan
pendapat Lestari (2011) bahwa
penambahan Auksin atau Sitokinin ke
dalam media kultur dapat meningkatkan
konsentrasi zat pengatur tumbuh endogen
di dalam sel, sehingga menjadi “faktor
pemicu” dalam proses tumbuh dan
Auksin
Auksin sintetik seperti NAA dan
2,4-D biasanya lebih efektif daripada IAA
karena NAA dan 2,4-D tidak dirusak oleh
IAA oksidase atau enzim lain sehingga
dapat bertahan lebih lama dan lebih stabil,
sedangkan penggunaan BAP dan Kinetin
dalam percobaan kultur jaringan sering
digunakan karena lebih murah dan tahan
terhadap degradasi (Wattimena, 1988).
BAHAN DAN METODE
Penelitian dilakukan dengan
menggunakan metode eksperimen
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola
faktorial 3 x 3. Faktor pertama (N) adalah
NAA yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 0
ppm, 0,2 ppm dan 0,4 ppm. K faktor kedua
adalah Kinetin yang terdiri dari 3 taraf
yaitu: 0 ppm, 3 ppm dan 4 ppm. Masing-
masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali
dengan 9 kombinasi perlakuan sehingga
didapat 36 unit percobaan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Persentase Tumbuh
Tabel 1. Rerata Persentase Tumbuh Eksplan Buah Naga (Hylocereus costaricensis) dengan
Perlakuan NAA dan Kinetin
Kombinasi Perlakuan NAA dan Kinetin (ppm) Persentase Tumbuh (%)
Kontrol 100 a
N0 K3 100 a
N0 K4 50 b
N0,2 K0 87,5 a
N0,2 K3 87,5 a
N0,2 K4 100 a
N0,4 K0 100 a
N0,4 K3 100 a
N0,4 K4 100 a
Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom tidak berbeda nyata pada taraf uji DMRT
5%
Hasil analisis sidik ragam
menunjukkan bahwa NAA dan Kinetin
berpengaruh nyata terhadap persentase
tumbuh eksplan buah Naga (Hylocereus
costaricensis). Berdasarkan data pada
Tabel 1 dapat dilihat bahwa rerata
persentase tumbuh eksplan buah Naga
tertinggi pada perlakuan Kontrol, N0 K3,
N0,2 K4, N0,4 K0, N0,4 K3 dan N0,4 K4 yaitu
100%. Perlakuan ini tidak berbeda nyata
dibanding perlakuan lain N0,2 K0 dan N0,2
K3, kecuali dengan perlakuan N0 K4
berbeda nyata. Pada parameter ini terlihat
bahwa 6 interaksi perlakuan menunjukkan
rata-rata eksplan persentase tumbuh yang
tinggi dengan persentase tumbuh 100%.
Hal ini disebabkan karena
pemberian Auksin dan Sitokonin secara
eksogen maupun endogen mampu menjadi
pemicu dalam pertumbuhan dan
perkembangan jaringan. Untuk perlakuan
kontrol, hormon endogen mampu
memberikan reaksi pertumbuhan yang
baik, karena dibantu oleh hormon alami
berupa IAA dan IBA yang sudah terdapat
dalam eksplan. Hal ini sesuai dengan
pendapat Lestari (2011) bahwa
penambahan Auksin atau Sitokinin ke
dalam media kultur dapat meningkatkan
konsentrasi zat pengatur tumbuh endogen
di dalam sel, sehingga menjadi “faktor
pemicu” dalam proses tumbuh dan
Ramadhan seru di Danau kaca, desa Lempur, Kec. Gunung Raya, Sungai Penuh, Prov. Jambi
Catatan perjalanan:
Rabu, 16 Juli 2014 pukul 09.30Sambil menyelam, foto selfie.. Mungkin itu kata yang cocok di ungkapkan untuk mengisi hari-hari KKN di bulan Ramadhan tahun ini.Ya, ramadhan ini kami mahasiawa Universitas Andalas dihadapkan oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang memang rutin di lakukan setahun sekali. KKN merupakan kegiatan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan bidang ilmu mahasiswa yang di dapat selama melakukan studi di universitas serta menyelesaikan masalah sosial masyarakat dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.Selain hal tersebut di atas, mahasiswa juga dapat mempelajari budaya lokal masyarakat, wisata dan kawasan konservasi.
Rabu pagi selesai makan sahur, kami berkemas mempersiapkan tenda, kompor, parang, matras dll. Pukul 7 pagi, dari sebuah rumah kecil di kaki gunung api tertinggi di Indonesia, saya dan 4 rekan kkn saya berangkat mengendarai motlr menuju ke lokasi yg tertera pada situs Unesco yang santer terdengar sejak awal tahun ini. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan yang eksotis dan memanjakan mata penglihatnya. Pepohonan yang rindang, warna-warni bunga dan pemandangan indah kawasan berbukit menambah nikmatnya pagi di ramadhan ini. Di leter W, tepatnya di perbatasan provinsi, kami tercengang dengan keindahan warna daun berwarna merah dari pohon Cinnamomum burmanii (kayu manis). Karena keindahannya menyerupai bunga sakura yang ada di Jepang yang bersemi setiap bulan April itu, kami menyempatkan diri untuk sejenak beristirahat dan berfoto dibawah sakura evergreen itu. Puas memang puas, namun tujuan perjalanan kami terasa masih panjang. Kami melanjutkan perjalanan, menempuh tikungan tajam dan jalanan berdebu.
Jumat, 29 April 2016
Bambang Nurwanto 2015
EDISI 2015
1. MAHAT, JANUARI 2015
2. PANTAI SASAK-MAHAT, FEBRUARI 2015
3. PULAU RUPAT BENGKALIS, MARET 2015
4. PAGARUYUNG - PASAMAN BARAT - NYARAI, APRIL 2015
5. HARAU - PARIAMAN - TALAMAU, MEI 2015
6. PULAU PANJANG PASAMAN BARAT, JULI 2015
7. PANTAI BATU KALANG PESISIR SELATAN, AGUSTUS 2015
8. LUBUK HITAM BUNGUS, SEPTEMBER 2015
9. GUNUNG TALANG - HUTAN RAYA ANDALAS, OKTOBER 2015
10. PESANGGRAHAN MARAPI, NOVEMBER 2015
Langganan:
Postingan (Atom)







